Wednesday, September 13, 2017

Contoh Makalah Redoks

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Di indonesia sudah banyak terjadi pencemaran lingkungan dan masalah tersebut memberi dampak buruk bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Salah satu contoh dari pencemaran lingkungan yaitu pencemaran udara yang disebabkan oleh asap knalpot kendaraan masalah ini bisa menyebabkan warga jatuh sakit karena gangguan pernafasan contoh lainnya yaitu pencemaran tanah, pencemaran tanah ini bisa mengakibatkan tanah tersebut tidak subur lagi atau sudah tidak bisa digunakan sebagai media tanam. Masalah masalah seperti ini bisa kita atasi dengan berbagai cara seperti menggunakan konsep redoks dalam kehidupan sehari hari. Agar sudah tidak ada lagi pencemaran-pencemaran tersebut.
Redoks adalah  istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian Redoks
2.      Contoh atau Pengaplikasian Konsep Redoks dalam kehidupan sehari hari







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Redoks/Konsep Redoks
Redoks adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.
Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam praktiknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen).
Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen pengoksidasi. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi. Oleh karena ia "menerima" elektron, ia juga disebut sebagai penerima elektron. Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi (seperti H2O2, MnO−4, CrO3, Cr2O2−7, OsO4) atau senyawa-senyawa yang sangat elektronegatif, sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnya oksigen, fluorin, klorin, dan bromin).
Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen pereduksi. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain, sehingga ia sendiri teroksidasi. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya, ia juga disebut sebagai penderma elektron. Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. Unsur-unsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al dapat digunakan sebagai reduktor. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Jenis reduktor lainnya adalah reagen transfer hidrida, misalnya NaBH4 dan LiAlH4), reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik[1][2], terutama dalam reduksi senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium, platinum, atau nikel, Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon.
Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah, reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. Sehingga dalam reaksi, reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi, dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks.

B.  Contoh Pengaplikasian Konsep Redoks dalam Kehidupan Sehari-hari
1.  Zat pemutih
Zat pemutih adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna benda, seperti pada tekstil, rambut dan kertas. Penghilangan warna terjadi melalui reaksi oksidasi. Oksidator yang biasa digunakan adalah natrium hipoklorit (NaOCl) dan hidrogen peroksida (H2O2).
Warna benda ditimbulkan oleh elektron yang diaktivasi oleh sinar tampak. Hilangnya warna benda disebabkan oksidator mampu menghilangkan elektron tersebut. Elektron yang dilepaskan kemudian diikat oleh oksidator.
2. Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses reaksi oksidasi-reduksi biologi yang terjadi secara alami. Fotosintesis merupakan proses yang kompleks dan melibatkan tumbuhan hijau, alga hijau atau bakteri tertentu. Organisme ini mampu menggunakan energi dalam cahaya matahari (cahaya ultraviolet) melalui reaksi redoks menghasilkan oksigen dan gula.
3. Pembakaran
Pembakaran merupakan contoh reaksi redoks yang paling umum. Pada pembakaran propana
(C3H8-;) di udara (mengandung O2), atom karbon teroksidasi membentuk CO2 dan atom oksigen tereduksi menjadi H2O.
3.      baterai Nikel Kadmium
Baterai nikel-kadmium merupakan jenis baterai yang dapat diisi ulang seperti aki,baterai HP, dll. Anoda yang digunakan adalah kadmium, katodanya adalah nikel danelektrolitnya adalah KOH. Reaksi yang terjadi:
   anoda : Cd + 2 OH-→Cd(OH)2+ 2e
   katoda : NiO(OH) + H2O→Ni(OH)2+ OH-
   Potensial sel yang dihasilkan sebesar 1,4 volt.
5. Baterai alkali
Baterai alkali hampir sama dengan bateri karbon-seng. Anoda dan katodanya samadengan baterai karbon-seng, seng sebagai anoda dan MnO2 sebagai katoda.Perbedaannya terletak pada jenis elektrolit yang digunakan. Elektrolit pada bateraialkali adalah KOH atau NaOH. Reaksi yang terjadi adalah:
   anoda: Zn + 2 OH-→ZnO + H2O + 2e
   katoda: 2MnO2+ H2O + 2e-→Mn2O3+ 2OH-
Potensial sel yang dihasilkan baterai alkali 1,54 volt. Arus dan tegangan padabaterai alkali lebih stabil dibanding baterai karbon-seng.
6. Baterai perak oksida
Bentuk baterai ini kecil seperti kancing baju biasa digunakan untuk baterai arloji,kalkulator, dan alat elektronik lainnya. Anoda yang digunakan adalah seng,katodanya adalah perak oksida dan elektrolitnya adalah KOH. Reaksi yang terjadi:
   anoda : Zn→Zn2++ 2 e-
   katoda : Ag2O + H2O + 2e→2Ag + 2 OH-
   Potensial sel yang dihasilkan sebesar 1,5 volt.
7. AKI
Jenis baterai yang sering digunakan pada mobil adalah baterai 12 volt timbal-asamyang biasa dinamakan Aki. Baterai ini memiliki enam sel 2 volt yang dihubungkanseri. Logam timbal dioksidasi menjadi ion Pb2+
dan melepaskan duaelektron di anoda. Pb dalam timbal (IV) oksida mendapatkan dua elektron danmembentuk ion Pb2+ di katoda. Ion Pb2+bercampur dengan ion SO42- dari asamsulfat membentuk timbal (II) sulfat pada tiap-tiap elektroda. Jadi reaksi yang terjadiketika baterai timbal-asam digunakan menghasilkan timbal sulfat pada keduaelektroda
   PbO2+ Pb + 2H2SO4→2PbSO4+ 2H2O
Reaksi yang terjadi selama penggunaan baterai timbal-asam bersifat spontan dantidak memerlukan input energi. Reaksi sebaliknya, mengisi ulang baterai, tidakspontan karena membutuhkan input listrik dari mobil. Arus masuk ke baterai danmenyediakan energi bagi reaksi di mana timbal sulfat dan air diubah menjaditimbal(IV) oksida, logam timbal dan asam sulfat.
   2PbSO4+ 2H2O→PbO2+ Pb + 2H2SO4
8.    Baterai karbon-seng
Kalau anda memasukkan dua atau lebih baterai dalam senter, artinya andamenghubungkannya secara seri. Baterai harus diletakkan secara benar sehinggamemungkinkan elektron mengalir melalui kedua sel. Baterai yang relatif murah iniadalah sel galvani karbon-seng, dan terdapat beberapa jenis, termasuk standarddan alkaline. Jenis ini sering juga disebut sel kering karena tidak terdapat larutanelektrolit, yang menggantikannya adalah pasta semi padat.Pasta mangan(IV) oksida (MnO2) berfungsi sebagai katoda. Amonium klorida(NH4Cl) dan seng klorida (ZnCl2) berfungsi sebagai elektrolit. Seng pada lapisanluar berfungsi sebagai anoda.Reaksi yang terjadi :
   anoda : Zn→Zn2++ 2 e-
   katoda : 2MnO2+ H2O + 2e-→Mn2O3+ 2OH-
Dengan menambahkan kedua setengah reaksi akan membentuk reaksi redoksutama yang terjadi dalam sel kering karbon-seng.
   Zn + 2MnO2+ H2O→Zn2++ Mn2O3+ 2OH-
Baterai ini menghasilkan potensial sel sebesar 1,5 volt. baterai ini bias digunakanuntuk menyalakan peralatan seperti senter, radio, CD player, mainan, jam dansebagainya.
9. Pengaratan logam
   4Fe(s)+3O2(g)→2Fe2O3(s)
10. Redoks dalam Fotografi
Film foto graf idibuat dari plastik yang dilapisi gelatin yang mengandung milyaran butiran AgBr, yang peka terhadap cahaya
   -Ketikacahayamengenaibutiran-butiranAgBr,terjadilahreaksiredoks
   -SehinggaionAg+tereduksimenjadilogamnya,danionBr-menjadigasBromin
11. Pernapasan sel
contohnya, adalah oksidasi glukosa (C6H12O6) menjadi CO2 dan reduksi oksigen menjadi air. Persamaan ringkas dari pernapasan sel adalah:
   C6H12O6 + 6 O2 → 6 CO2 + 6 H2O
12. Reaksi dalam sel bahan bakar
   2H2+4OH-→4H2O+4e
   O2(g)+2H2O+4e-→4OH-
   Reaksitotal
   2H2(g)+O2(g)→2H2O(l)
13. Las karbits
Karbit atau Kalsium karbida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CaC2. Karbit digunakan dalam proses las karbit dan juga dapat mempercepat pematangan buah.
   Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah:
   CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2
Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan.
14. Pada perkaratan besi
Pada peristiwa perkaratan (korosi), logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi.
   Rumus kimia dari karat besi adalah Fe2O3 . xH2O => berwarna coklat-merah.
   Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu
   dari besi itu berlaku sebagai anode, dimana besi mengalami oksidasi.
   Fe(s) —–> Fe2+(aq) +2e ………….. E=+0,44V
   O2(g) + 2H2O(l) +4e ——–> 4OH- ……. E=+0,40V
Ion besi (II) yg terbentuk pd anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi (III) yg kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3 . xH2O, yaitu karat besi.
15. PENGOLAHAN AIR KOTOR (SEWAGE)
   => pengolahan air kotor ada 3 tahap : tahap primer, sekunder, dan tersier. Saya akan menyingkat tahap ini satu persatu…
   a) TAHAP PRIMER
   => untuk memisahkan sampah yang tidak larut air, yang dilakukan dengan penyaringan dan pengendapan.
   b) TAHAP SEKUNDER
    => untuk menghilangkan BOD dengan jalan mengOKSIDASInya.
    c) TAHAP TERSIER
   => untuk menghilangkan sampah yang masih terdapat.
Lumpur aktif merupakan Lumpur yang kaya dengan bakteri yang dapat menguraikan limbah organic yang dapar mengalami biodegradasi. Bakteri aerobmengubah sampah organic menjadi biomassa dan CO2, N menjadi ammoniumdan nitrat, P menjadi fosfat.
16. Penyapuhan emas
Dalam proses penyepuhan dengan emas reaksi yg terjadi adalah reduksi ion-ion emasmenjadi logamnya,
   Au+ + e- -> Au atau Au3+ + 3e- -> Au2.
17. Peleburan biji logam
   Untuk besi, reaksi totalnya adalah
   2Fe2O3 + 3C -> 4Fe + 3CO2 Fe2O3
   adalah bijih besi (hematit) dengan kokas (karbon/C) sebagai reduktor.
18. Dalam sistem biosensor
sistem biosensor berupa alat pengukur kadar gula dan kolesterol berbasis enzimdidalam tanah untuk keperluan medis yang menggunakan teknologi film tebal(thick film). Alat Pengukur kadar gula dan kolesterol dalam darah bekerjamenggunakan prinsip elektrokimia amperometrik. Prinsip kerja deteksi dari alatini didasari pada reaksi yang terjadi antara enzim glucose oxidase dancholesterol oxidase dengan sample darah yang diukur. Proses reaksi kimiawi inimenghasilkan aliran arus listrik yang kemudian diproses oleh signal conditioningdan data akusisi. Hasil proses ini merupakan besar kadar gula dan kolesterol didalam darah. Peralatan ini bersifat portable, kompak dan berdaya rendah
19. Pengolahan Alumunium
Zaman dahulu kala, Alumunium termasuk logam yang harganya mahaldipasaran. Hal ini dikarenakan jumlahnya yang sedikit di alam dan caramendapatannya yang cukup sulit. Cara memperolehnya dengan cara elektrolisistidak berhasil karena apabila larutan garam alumunium dihidrolisis, air lebihmudah direduksi daripada Ion Alumunium. Hal ini menyebabkan gas Hidrogenyang terbentuk di anoda dan bukannya Alumunium. Elektrolisis leburanAlumunium juga tidak berhasil karena 2 hal : Larutan tidak berbentuk ion dansenyawanya mudah menguap apabila bersuhu tinggi. Elektrolisis oksidanya jugatidak praktis karena titik lelehnya yang tinggi yang mencapai 2000 derajatcelsius.Pada tahun 1886, Charles Hall dari Oberlin College menemukan cara yangdapatdigunakan untuk mengelektrolisis Alumunium Oksida dengan menggunakanAl2O3dengan Kriolit Na3AlF3. Penambahan Kriolit ke dalam
Al2O3menurunkantemperatur campuran hingga 1000 derajat celcius, sehingga elektrolisi dapatdilaksanakan. Bejana yang menampung campuran alumunium terbuat dari besiyang dilapisi beton yang bertindak sebagai katoda dan batang karbon yangberfungsi sebagai Anoda.
20. Pengolahan Magnesium
Magnesium merupakan logam yang penting karena sangat ringan. Magnesiumdijumpai berlimpah dalamair laut. Ion magnesium diendapkan dari air lautsebagai hodroksida, kemudian Mg(OH)2
diubah menjadi kloridanya dengan caramereduksinya dengan asam klorida. setelah airnya menguap, MgCl2dilelehkandan dielektrolisis. Magnesium dihasilkan di katoda dan Klor di Anoda.
Contoh lain
1. The Dry Cell Battery
Dikenal dengan istilah sel Leclanche atau batu baterai kering. Pada batu baterai kering, logam seng berfungsi sebagai anoda. Katodanya berupa batang grafit yang berada di tengah sel. Terdapat satu lapis mangan dioksida dan karbon hitam mengelilingi batang grafit dan pasta kental yang terbuat dari amonium klorida dan seng (II) klorida yang berfungsi sebagai elektrolit. Potensial yang dihasilkan sekitar 1,5 volt.
  Reaksi selnya adalah sebagai berikut :
   Katoda (+) : 2 NH4+(aq) + 2 MnO2(s) + 2 e- ——> Mn2O3(s) + 2 NH3(aq) + H2O(l) ……………… (1)
   Anoda (-) : Zn(s) ——> Zn2+(aq) + 2 e- …………….. (2)
   Reaksi Sel : 2 NH4+(aq) + 2 MnO2(s) + Zn(s) ——> Mn2O3(s) + 2 NH3(aq) + H2O(l) + Zn2+(aq) …………….. [(1) + (2)]
Pada batu baterai kering alkalin (baterai alkalin), amonium klorida yang bersifat asam pada sel kering diganti dengan kalium hidroksida yang bersifat basa (alkalin). Dengan bahan kimia ini, korosi pada bungkus logam seng dapat dikurangi.
2. The Mercury Battery
Sering digunakan pada dunia kedokteran dan industri elektronik. Sel merkuri mempunyai struktur menyerupai sel kering. Dalam baterai ini, anodanya adalah logam seng (membentuk amalgama dengan merkuri), sementara katodanya adalah baja (stainless steel cylinder). Elektrolit yang digunakan dalam baterai ini adalah merkuri (II) Oksida, HgO. Potensial yang dihasilkan sebesar 1,35 volt.
  Reaksi selnya adalah sebagai berikut :
   Katoda (+) : HgO(s) + H2O(l) + 2 e- ——> Hg(l) + 2 OH-(aq) …………………… (1)
   Anoda (-) : Zn(Hg) + 2 OH-(aq) ——> ZnO(s) + H2O(l) + 2 e‑ ………………….. (2)
   Reaksi sel : Zn(Hg) + HgO(s) ——> ZnO(s) + Hg(l) ………………………. [(1) + (2)]
3. The Lead Storage Battery
Dikenal dengan sebutan baterai mobil atau aki/accu. Baterai penyimpan plumbum (timbal) terdiri dari enam sel yang terhubung secara seri. Anoda pada setiap sel adalah plumbum (Pb), sedangkan katodanya adalah plumbum dioksida (PbO2). Elektroda dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat (H2SO4).
  Reaksi selnya pada saat pemakaian aki adalah sebagai berikut :
   Katoda (+) : PbO2(s) + 4 H+(aq) + SO42-(aq) + 2 e- ——> PbSO4(s) + 2 H2O(l) ………………… (1)
   Anoda (-) : Pb(s) + SO42-(aq) ——> PbSO4(s) + 2 e- …………………………… (2)
   Reaksi sel : PbO2(s) + Pb(s) + 4 H+(aq) + 2 SO42-(aq) ——> 2 PbSO4(s) + 2 H2O(l) ……………………. [(1) + (2)]
Pada kondisi normal, masing-masing sel menghasilkan potensial sebesar 2 volt. Dengan demikian, sebuah aki dapat menghasilkan potensial sebesar 12 volt. Ketika reaksi diatas terjadi, kedua elektroda menjadi terlapisi oleh padatan plumbum (II) sulfat, PbSO4, dan asam sulfatnya semakin habis.
Semua sel galvani menghasilkan listrik sampai semua reaktannya habis, kemudian harus dibuang. Hal ini terjadi pada sel kering dan sel merkuri. Namun, sel aki dapat diisi ulang (rechargeable), sebab reaksi redoksnya dapat dibalik untuk menghasilkan reaktan awalnya. Reaksi yang terjadi saat pengisian aki merupakan kebalikan dari reaksi yang terjadi saat pemakaian aki.
4. The Lithium-Ion Battery
Digunakan pada peralatan elektronik, seperti komputer, kamera digital, dan telepon seluler. Baterai ini memiliki massa yang ringan sehingga bersifat portable. Potensial yang dihasilkan cukup besar, yaitu sekitar 3,4 volt. Anodanya adalah Li dalam grafit, sementara katodanya adalah oksida logam transisi (seperti CoO2). Elektrolit yang digunakan adalah pelarut organik dan sejumlah garam organik.
  Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
   Katoda (+) : Li+(aq) + CoO2(s) + e- ——> LiCoO2(s) ………………. (1)
   Anoda : Li(s) ——> Li+ (aq) + e- ………………. (2)
   Reaksi sel : Li(s) + CoO2(s) ——> LiCoO2(s) ……………………. [(1) + (2)]
5. Fuel Cell
Dikenal pula dengan istilah sel bahan bakar. Sebuah sel bahan bakar hidrogen-oksigen yang sederhana tersusun atas dua elektroda inert dan larutan elektrolit, seperti kalium hidroksida. Gelembung gas hidrogen dan oksigen dialirkan pada masing-masing elektroda. Potensial yang dihasilkan adalah sebesar 1,23 volt.
  Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
   Katoda (+) : O2(g) + 2 H2O(l) +4 e- ——> 4 OH-(aq) ………………..(1)
   Anoda (-) : 2 H2(g) + 4 OH-(aq) ——> 4 H2O(l) + 4 e- ……………………… (2)
   Reaksi sel : O2(g) + 2 H2(g) ——> 2 H2O(l) ………………. [(1) + (2)]






















BAB III
PENUTUP
B.     Kesimpulan
Redoks adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.

C.     Saran
Pengaplikasian Redoks dalam kehidupan sehari-hari sangat bermanfaat oleh karena itu gunakanlah Redoks ini untuk pemanfaatan yang baik.












DAFTAR PUSTAKA


Masalah Sosial di Masyarakat

Masalah Sosial di Masyarakat
A.   Definisi Masalah Sosial
Adapun definisi masalah sosial menurut para ahli adalah sebagai berikut.
1.      Vincent Parrillo
Parillo dalam Soetomo (2013) menyatakan bahwa pengertian masalah sosial mengandung empat komponen sebagai berikut.
a.       Kondisi tersebut merupakan masalah yang bertahan untuk suatu periode waktu tertentu. Suatu kondisi yang dianggap sebagai masalah, namun hanya terjadi dalam waktu singkat dan menghilang bukan termasuk masalah sosial.
b.      Apabila dirasakan dapat menyebabkan kerugian fisik atau nonfisik, baik pada individu maupun masyarakat.
c.       Merupakan suatu pelanggaran terhadap nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.
d.      Dapat menimbulkan kebutuhan akan pemecahan.
2.      Eral Raab dan Gertude Jaeger Selznick
Raab dan Selznick yang dikutip dari soetomo (2013), masalah sosial merupakan masalah uang terjadi antar hubungan warga masyarakat. Namun tidak semua masalah yang ada dalam masyarakat adalah masalah sosial.
3.      Martin S. Weinberg
Weinberg dalam soetomo (2013) menguraikan masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut. Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh Weinberg dapat diidentifikasikan tiga unsur penting sebagai berikut:
a.       Suatu situasi atau keadaan yang dinyatakan.
b.      Warga masyarakat yang signifikan.
c.       Kebutuhan akan tindakan pemecahan masalah.
4.      Soetomo
Menurut Soetomo, masalah sosial ditafsirkan sebagai suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga masyarakat (Soetomo, 2013).
5.      Soerjono Soekanto
Dalam Sosiologi Suatu Pengantar, Soekanto (2012), menyatakan bahwa masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.
6.      Lesli
Menurt Lesli (Ranjabar, 2013), masalah sosial diartikan sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai dan karenanya perlu untuk diatasi atau diperbaiki.
Berdasarkan definisi masalah sosial diatas dapat disimpulkan bahwa masalah sosial merupakan suatu kondisi yang dianggap merugikan masyarakat. Berbagai masalah sosial di masyarakat dapat menimbulkan kerugian, baik fisik maupun nonfisik. Setiap ada masalah sosial, kita harus menyikapinya dengan toleransi agar tidak menimbulkan masalah yang berakibat pada konflik.
B.   Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Nisbet (Ranjabar, 2013) menjelaskan mengenai perbedaan masalah sosial dapat dikaitkan dengan nilai moral, pranata sosial, serta hubungan manusia dalam konteks normatif di mana hubungan-hubungan manusia itu terwujud.
terwujud. Menurut Soekanto (2012), ukuran suatu gejala dapat dikatakan sebagai masalah sosial adalah sebagai berikut:
1.      Tidak adanya kesesuaian antara nilai sosial dengan tindakan sosial.
2.      Sumber dari masalah sosial merupakan akibat dari suatu gejala sosial di masyarakat.
3.      Adanya pihak yang menetapkan suatu gejala sosial tergantung dari karakteristik masyarakatnya.
4.      Masalah sosial yang nyata (manifest social problem) dan masalah sosial tersembunyi (latent social problem).
5.      Perhatian masyarakat dan masalah sosial.
6.      Sistem nilai dan perbaikan suatu masalah sosial.
Selain Soekanto, Robert K. Merton dan Robert A. Nisbet (Ranjabar, 2013) juga men jabarkan beberapa ukuran dalam menentukan masalah sebagai masalah sosial, yaitu sebagai berikut:
1.      Adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi nyata kehidupan.
2.      Masalah sosial merupakan persoalan yang timbul secara langsung dari atau bersumber langsung pada kondisi maupun proses-proses sosial.
3.      Sulitnya membayangkan  setiap masyarakat harus menentukan nilai-nilai sosial untuk kemudian dilebur menjadi satu pendapat.
4.      Adanya nilai-nilai dan tindakan yang tidak sesuai masyarakat, tetapi tetap diterima atau bahkan dipaksakan.
5.      Adanya jarak antara orang yang mengalami masalah sosial dengan orang lain, maka semakin kecil munculnya rasa simpati terhadap kejadian tersebut.
Keberagaman masalah sosial yang ada di masyarakat memerlukan adanya suatu pendekatan untuk mengetahui faktor penyebab masalah tersebut. Menurut Raab dan Selznick (Soetomo, 2013), mengemukakan masalah sosial dapat terjadi apabila:
1.      Terjadi hubungan antarwarga masyarakat yang menghambat pencapaian tujuan penting dari sebagian besar warga masyarakat
2.      Organisasi sosial tidak dapat mengatur hubungan antarwarga dalam menghadapi ancaman dari luar.
Masalah sosial yang terjadi di masyarakat juga dapat dipengaruhi oleh adanya eksklusi sosial. Menurut Pierson (Ahyar,2013) eksklusi sosial adalah suatu proses yang menghalangi atau menghambat individu dan keluarga, kelompok dan kampung dari sumber daya yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan politik di dalam masyarakat.
Individu dan kelompok dapat tereksklusi karena adanya beberapa faktor. Adapun faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.      Adanya kemiskinan dan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
2.      Tidak adanya akses ke pasar kerja.
3.      Lemahnya dukungan sosial dan jaringan sosial.
4.      Adanya pengaruh dari daerah dan lingkungan sekitar.
5.      Terputusnya komunitas atau masyarakat dari layanan publik
C.   Contoh Masalah Sosial di Masyarakat
1.      Kemiskinan
Kesenjangan ekonomi,kemiskinan,dan adanya ketimpangan antara kelompok yang memiliki pendapatan tinggi dengan kelompok berpendapatan rendah merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh negara-negara berkembang,termasuk indonesia.
     Menurut Suekanto (2012),kemiskianan diaratiakan sebagai sutau keaadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sesuai dengan tarap kehidupan kelompok dan juga tidak mamapu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
a.    Pengukuran tinggkat kemsikinan
Adapun variasi dalam pengukuran tingkat kemiskinan di suatu daerah dapat dilihat dari uraian berikut:
1)      Secara Absolut
Tingkat kemeskinan yang dilihat secara absolut artinya kemeskina tersebuta dapat diukur dengan standar tertentu. Apabila seseorang memiliki taraf hidup di bawah standar, maka dapat di sebut miskin.namun, jika seseorang berada diatas standar dapat dikatakan tidak miskin.
2)      Secara relatif
Konsep relatif ini digunakan dalam masyarakat yang sudah mengalami perkembangan dan terbuka. Melalui konsep ini, kemiskinan tidak hanya diukur dengan menggunakan standar yang baku, melainkan juga dilihat dari seberapa jauh peningkatan taraf hidup lapisan terbawah yang dibandingkan dengan lapisan masyarakat lainnya.

b.    Faktor yang mempengaruhi kemsikinan
Menurut soetomo (2013), ada 2 faktor yang melatar belakangi adanya sumber masalah kemiskinan.. kedua faktor tersebut  adalah  sebagai berikut :
1)      Faktor biologis,pisikologis, dan kultural
Soetomo menyatakan bahwa kemiskinan merupakan kondisi yang disebabkan oleh beberapa kekurangan individual , baik dalam bentuk kelemahan biologis, psikologis, maupun kultural yang menghalangi seseorang memperoleh kemajuan dalam  kehidupannya. Kondisi individu yang memiliki kelemahan biologis, psikologis, dan kultural misalnya munculnya sifat pemalas, kemampuan intelektual pengetahuan yang rendah, kelemahan fisik, kurangnya keterampilan dan rendahnya  kemampuan untuk menanggapi persoalan di sekitarnya.
2)      Faktor struktural
Menurut selo soemardjan dikutip dari narwoko (2010), kemiskinan struktural merupakan kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat, karena struktur masyarakat tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka. Kemiskinan struktural biasanya terjadi dalam masyarakat yang terdapat perbedaan antara orang yang hidup di bawah garis kehidupan dengan orang yang hidup dalam kemewahan

Adapun beberapa ciri utama kemiskinan struktural yang dikemukakan oleh narwoko adalah sebagai berikut.
a)    Tidak adanya mobilitas sosial vertikal.
b)   Munculnya ketergantungan yang kuat dari pihak orang miskin terhadap kelas sosial ekonomi diatasnya.

Menurut robert chambers, masalah kemiskinan yang di pengaruhi oleh faktor struktural terletak pada pengaruh kemiskinan itu sendiri narwoko (2010), adapun unsur-unsur yang memengaruhinya sebagai berikut.
a)      Kemikinan itu sendiri
b)      Kelemahan fisik
c)      Keterasingan atau kadar isolasi.
d)     Kerentanan
e)      Ketidak berdayaan.
2.      Krimilitas
Dalam kamus sosiologi (Haryanta,2012),krimilitas adalah semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum pidana.
   Menurut AbdulSyani,faktor-faktor penyebab munculnya kriminalitas adalah sebagai berikut:
a.       Faktor dari Dalam Individu (Intern)
Faktor yang bersumber dari dalam  individu memiliki hubungan dengan timbulnya suatu tindakan kejahatan. Dalam faktor yang berasal dari dalam  individu ada faktor yang sifatnya khusus dan ada pula yang umum. Agar kamu memahaminya, ceramatilah uraian berikut.
1)      Sifat Khusus dalam Diri Individu
Sifat khusus yang dimaksud ialah keadaan psikologis individu. Masalah yang muncul dari individu juga dapat menimbulkan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang ini dapat terjadi sistem sosial dan pola kebudayaan. Beberapa sifat khusus yang dapat menimbulkan perilaku menyimpang adalah sebagai berikut.
a)      Orang yang terkena sakit jiwa mempunyai kecenderungan untuk bersikap sosial. Oleh karena itu, orang yang terganggu kejiwaannya dapat menimbulkan masalah sosial dengan melakukan penyimpangan meskipun dibawah kesadarannya.
b)      Masalah sosial dapat dipengaruhi oleh tingkat emosional, sehingga dapat mendorong seseorang untuk melakukan penyimpangan.
c)      Rendahnya mental individu memiliki hubungan dengan daya intelegensia. Apabila seseorang memiliki daya intelegensia yang kuat dan tajam dalam menilai realitas di masyarakat, maka ia mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
2)      Sifat Umum dalam Diri Individu
sifat umum yang ada dalam diri individu dapat dikategorikan menjadi sebagai berikut.
a)      Faktor umum manusia yang selalu mengalami perubahan-perubahan, sehingga memengaruhi perubahan pola perilaku seseorang yang dapat melakukan tindakan kejahatan.
b)      Kedudukan individu dalam masyarakat.
c)      Tingkat pendidikan individu yang memengaruhi tingkah laku dan tingkat intelegensia.
d)     Masalah hiburan atau rekreasi individu.
b.      Faktor dari Luar Individu (Ekstern)
Faktor yang ada di sekitar masyarakat dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kriminalitas. Faktor dari luar individu yang dapat  menimbulkan kriminalitas adalah sebagai berikut:
1)      Faktor Ekonomi
      Munculnya kriminalitas di lingkungan masyarakat dapat terjadi karena faktor ekonomi. Sebagai contohnya, di era modern yang memudahkan manusia dalam melakukan berbagai aktifitas
2)      Faktor media massa
      Di era modern, media massa menjadi sarana informasi penting bagi manusia. Melalui media massa,seorang dapat mengetahui informasi dan berita-berita dari daerah lain secara cepat. Namun,media massa tersebut juga dapat menimbulkan kriminalitas dari masyarakat. Misalnya, seorang yang membaca atau  melihat berita kurang baik dapat meniru atau melakukan tindakan tersebut,oleh karena itu, kamu harus lebih selektif dan hati-hati dalam  menelaah berita maupun informasi atau media massa, baik media elektronik maupun media cetak.
Tindakan kriminalitas yang terjadi di masyarakat harus menjadi perhatian bagi aparat kepolisian maupun  masyarakat sekitar. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah  kriminalitas di lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut.
a. peningkatan dan pemantapan aparatur penegak hukum
b.adanya koordinasi antara aparatur penegak hukum dengan aparatur pemerintah lainnya yang saling berhubungan
c. adanya partisipasi masyarakatuntuk membantu kelancaran pelaksanaan penanggulangan kriminalitas
d.membuat uu yang dapat mengatur dan membendung adanya tindakan kejahatan
e. adanya mekanisme peradilan untuk memberikan sangsi kepada pelaku kriminalitas

3).kesenjangan sosial ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena beberapa faktor berikut :
a). Menurunnya pendapatan perkapita
b). Ketidak merataan pembangunan di daerah-daerah
c). Rendahnya mobilitas sosial
d). Adanya pencemaran lingkungan alam

upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat:
a). Memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak
b). Menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin
c). Adanya pemerataan pembangunan di daerah-daerah

D).dampak masalah sosial di masyarakat
Adapun dampak dari adanya masalah sosial di masyarakat adalah sebagai berikut.
1). Meningkatnya kriminalitas
2). Adanya kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin
3). Adanya perpecahan kelompok
4). Munculnya perilaku menyimpang
5). Meningkatkan pengangguran

E). Pemecahan masalah sosial di masyarakat
1). Pemecahan masalah berbasis negara
Fenomena masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat selalu berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat yang bersangkutan
Upaya yang dapat dilakukan negaran untuk memecahkan masalah ialah melalui kebijakan sosisal
2). Pemecahan Masalah Berbasis Masyarakat
Berdasarkan uraian dia atas dapat disimpulkan upaya pemecahan masalah yang berbasis masyarakat, yaitu sebagai berikut
a)     Mengembangkan sistem sosisal yang kondusif
b)    Memanfaatkan modal sosial
c)     Memanfaatkan institusi sosial
Bagi negara berkembangan seperti indonesia, usaha untuk mengatasi masalah sosial dapat dilakukan salah satunya melalui pembangunan. Oleh karena itu, dalam pembangunan harus memiliki tujuan sebagai berikut
  

1.     Dapat memperbaiki kehidupan masyarakat
2.     Melindungi warga masyarakat dari tindakan penindasann dan kesengsaraan
3.     Dapat memperbaiki kondisi kehiduapan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan